Manakah lebih jago drummer berpendidikan (kursus atau sekolah music) atau drummer otodidak?
Mungkin anda sering membaca atau mendengar dari orang bahwa banyak drummer-drummer kawakan dalam maupun luar negeri adalah otodidak.
Otodidak bagi saya masih membingungkan, ada yang bilang otodidak adalah orang yang belajar sendiri dari buku atau video lesson. Tapi apa benar tidak ada yang mengajarinya? Lalu yang menulis buku siapa? Dan yang di dalam video siapa? Bukankah si penulis menulis agar orang belajar dan instruktur membuat video agar orang belajar juga? Secara tidak langsung guru mereka adalah si penulis dan instruktur yang ada dalam video, iya nggak? Saya kira ya. Jadi apakah orang seperti ini otodidak? Mungkin lebih tepat dikatakan semi otodidak.
Jadi otodidak menurut saya adalah orang yang melihat lalu mencoba-coba dan mencari-cari cara untuk bisa bermain drum tapi mereka tidak tahu cara yang benar. Begitulah saya dulu, kira 3 sampai 4 tahun pertama saya habiskan dengan mencoba-coba, mengira-ngira, latihan tanpa tahu teknik dan cara bermain drum yang benar. Saya pun tidak tahu yang namanya macam-macam rudiment seperti single stroke, double stroke, flam, single paradidle, single stroke four dan seterusnya, tidak tahu heel toe, tidak bisa baca not balok, cara memegang stick (grip) yang benar pun saya tidak tahu sehingga jari-jari dan telapak tangan sering melepuh. Bertahun-tahun saya habiskan dengan segala ketidak tahuan itu. Karena pada zaman saya mulai belajar, di kota saya Dumai tidak ada kursus drum, tidak ada internet dan mendapatkan pelajaran drum yang berbobot sangat sulit.
Mungkin sebagian drummer yang menyebut dirinya otodidak mirip kisahnya dengan saya. Tapi tentu saja mereka kemudian belajar untuk mengetahui segalanya yang sebenarnya.
Tentu saja anda sudah tahu jawaban pertanyaan di atas. Jika ada dua orang dengan semangat dan inteligensi yang tidak jauh berbeda, saya kira akan lebih baik drummer yang berpendidikan dari pada drummer otodidak.
Jadi anda mau jadi drummer berpendidikan atau otodidak?
Pendidkan tidak mesti formal di kursus atau di sekolah music anda bisa cari guru di daerah anda. Jika di daerah anda tidak ada yang bisa bermain drum atau yang bisa mengajari anda bermain drum, pergilah ke kota lain untuk belajar, dari buku, video atau langsung berguru.
Carilah pelajaran dan berlatihlah. Selain belajar dan latihan anda juga perlu tahu tentang filosofi-filosofi drummer yang jika sudah melekat pada diri anda bisa anda tetapkan dalam semua bidang kehidupan.
Seperti hal lainnya anda harus punya impian dalam karir anda sebagai drummer. Anda ingin jari drummer seperti apa? Filosofi-filosofi akan sangat membantu anda, jika anda bosan, merasa buntu, merasa gagal, kehilangan percaya diri, merasa anda selalu di bawah orang lain.
Jadi kesimpulannya carilah pelajaran drum jika anda ingin belajar main drum, bukan belajar memasak. :) Anda bisa dapatkan dari banyak sumber seperti buku, video , guru dan internet seperti yang sedang anda baca ini kan? :P
Ok, friend.
I’m a drummer, you’re a drummer. We are same. We are friends.
Tampilkan postingan dengan label kursus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kursus. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Jangan lupa untuk like Halaman Facebook kami Bejalar Drum Membaca not balok mungkin bagi sebagian besar musisi atau drummer pada khususny...
-
Single Stroke Roll pasti bisa dilakukan semua drummer bahkan bukan drummer sekalipun karena memang melakukan Single Stroke cukup gampang, ...
-
Manakah lebih jago drummer berpendidikan (kursus atau sekolah music) atau drummer otodidak? Mungkin anda sering membaca atau mendengar dari ...