Jumat, 17 Juli 2009

Right And Left Hand Exercise

Keseimbangan tangan kiri dan kanan sangat penting agar kita bebas melakukan apa pun yang kita inginkan. Latihan berikut akan mengembangkan kemampuan tangan kiri dan kanan melakukan bebagai pukulan dalam “timing” yang berbeda. Antara tangan kanan dan kiri dan kaki. Lakukan latihan dibawah sesuai dengan yang tertulis dan kemudian ganti bass drum dengan foot hihat.

Sekali lagi anda tentunya sudah tahu membaca not balok dan cara menghitungnya

Klik gambar untuk memperbesar.

right and left hand exercise 01right and left hand exercise 02right and left hand exercise 03right and left hand exercise 04right and left hand exercise 05right and left hand exercise 06right and left hand exercise 07right and left hand exercise 08right and left hand exercise 09

Kamis, 16 Juli 2009

Flam

Flam merupakan salah satu rudiment yang sering digunakan mungkin anda sering menggunakannya tapi belum tahu namanya.

Melakukan flam cukup gampang anda hanya perlu mengangkat stick yang satu lebih tinggi dan ayunkan ke head drums. Perbedaan ketinggian akan menghasilkan perbedaan power dan timing, itulah flam.

Ok, notasi flam adalah serbagai berikut. Not yang digambar kecil adalah stick yang lebih rendah.

rR    lL   rR   lL

Rabu, 15 Juli 2009

Accent

Accent adalah penekanan pada suatu not baik pada snare, bass, tom, hihats, dll. Accent ditandai dengan tanda emphasis (>)


Accent dilakukan untuk menghasilkan dinamika pada not agar tidak kedengaran kaku. Lakukan latihan berikut dengan tangan kanan dan kiri pada snare drum. Hingga anda menguasai dengan baik.


accent 01


accent 02


accent 03


accent 04


accent 05


accent 06


accent 07


accent 08


accent 09



accent 10
accent 12
accent 13
accent 14

Groove

Groove, anda mungkin sering dengar ini. Tapi apa sebenarnya groove? Groove termasuk salah satu bagian terpenting dalam bermain drum. Saya akan tunjukan groove yang sangat dasar tapi powerful untuk mengembangkan permainan anda baik untuk pemula ataupun tingkat lanjut dalam hal tempo, ke-konstan-an. Tapi sebaiknya anda sudah mengerti not balok dan cara menghitungnya. Perhatikan notasi berikut:

groove01

Sederhana bukan? Saya sarankan dalam latihan groove ini sebaiknya anda menghilangkan rasa bosan dan berfokus pada hasil yang akan anda dapat. Nikmati saja. Percaya saja apa yang saya katakan latihan ini bermanfaat. Lakukan selama-lamanya atau minimal 5 menit sehari. Anda akan rasakan perubahan yang mencolok dalam waktu seminggu.

Setelah itu anda bisa coba dengan groove seperti berikut atau dengan groove yang lain yang lebih kompleks.

groove02

Groove yang lain akan terasa lebih mudah anda mainkan setelah anda melakukan latihan groove dasar yang pertama tadi. Anda tahu kenapa? Karena dengan latihan groove dalam waktu yang lama ketukan akan terasa dalam jiwa anda, anda merasakan ketukan itu ada dan mungkin saja seolah anda mendengarnya. Tapi yang perlu diingat latihlah dari tempo yang lambat dan perlahan tambat kecepatan dan gunakan metronome.

Jadi anda sudah mengerti groove? Mungkin  anda sering dengar komentar “drummernya kurang nge-groove”. Itu karena tempo atau powernya kurang konstan. Jika tempo dan power anda konstan groove yang sederhana sekalipuna akan terasa enak di dengar dan bisa membuat pendengar bergoyang.

Konsep latihan groove ini sederhana. Anda akan menjadi ahli untuk sesuatu yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang lama dan semuanya soal pengalaman.

Ok, bro saya kira cukup untuk pengetahuan groove. HAVE A NICE GROOVING!

Senin, 13 Juli 2009

Grip

Grip adalah cara memegang stick drum. Grip relative pada setiap drummer. Pilihlah grip yang paling sesuai dan nyaman bagi anda. Tetapi grip sangat penting untuk menunjang permainan drum anda.
Ok, ada 2 grip pada umumnya yaitu Match Grip dan Traditional Grip. Match Grip berarti kedua tangan memegang stick dengan cara yang sama sedangkan pada Traditional Grip tangan kiri berbeda dengan tangan. Perhatikan gambar berikut.

[caption id="attachment_239" align="aligncenter" width="266" caption="match grip 1"]match grip 1[/caption]

[caption id="attachment_240" align="aligncenter" width="268" caption="match grip 2"]match grip 2[/caption]

[caption id="attachment_241" align="aligncenter" width="270" caption="traditional grip"]traditional grip[/caption]

Menurut pengetahuan saya ada 2 lagi Match Grip yaitu Macth Grip Swiss dan Match Grip German. Pada Match Grip Swiss jempol kedua tangan menghadap ke atas dan pada Match Grip German kedua jempol menghadap ke samping (saling berhadapan) tetapi pada prakteknya tentunya grip kita akan berubah-ubah sesuai dengan arah pukulan kita.

Perhatikan gambar berikut

[caption id="attachment_242" align="aligncenter" width="300" caption="swiss match grip"]swiss match grip[/caption]

[caption id="attachment_243" align="aligncenter" width="300" caption="german match grip"]german match grip[/caption]



Ok, bro saya kira cukup dulu untuk pengetahuan grip. Jika grip kita benar maka tangan kita tidak akan melepuh.

Minggu, 28 Juni 2009

Drummer Berpendidikan VS Drummer Otodidak

Manakah lebih jago drummer berpendidikan (kursus atau sekolah music) atau drummer otodidak?

Mungkin anda sering membaca atau mendengar dari orang bahwa banyak drummer-drummer kawakan dalam maupun luar negeri adalah otodidak.

Otodidak bagi saya masih membingungkan, ada yang bilang otodidak adalah orang yang belajar sendiri dari buku atau video lesson. Tapi apa benar tidak ada yang mengajarinya? Lalu yang menulis buku siapa? Dan yang di dalam video siapa? Bukankah si penulis menulis agar orang belajar dan instruktur membuat video agar orang belajar juga? Secara tidak langsung guru mereka adalah si penulis dan instruktur yang ada dalam video, iya nggak? Saya kira ya. Jadi apakah orang seperti ini otodidak? Mungkin lebih tepat dikatakan semi otodidak.

Jadi otodidak menurut saya adalah orang yang melihat lalu mencoba-coba dan mencari-cari cara untuk bisa bermain drum tapi mereka tidak tahu cara yang benar. Begitulah saya dulu, kira 3 sampai 4 tahun pertama saya habiskan dengan mencoba-coba, mengira-ngira, latihan tanpa tahu teknik dan cara bermain drum yang benar. Saya pun tidak tahu yang namanya macam-macam rudiment seperti single stroke, double stroke, flam, single paradidle, single stroke four dan seterusnya, tidak tahu heel toe, tidak bisa baca not balok, cara memegang stick (grip) yang benar pun saya tidak tahu sehingga jari-jari dan telapak tangan sering melepuh. Bertahun-tahun saya habiskan dengan segala ketidak tahuan itu. Karena pada zaman saya mulai belajar, di kota saya Dumai tidak ada kursus drum, tidak ada internet dan mendapatkan pelajaran drum yang berbobot sangat sulit.

Mungkin sebagian drummer yang menyebut dirinya otodidak mirip kisahnya dengan saya. Tapi tentu saja mereka kemudian belajar untuk mengetahui segalanya yang sebenarnya.

Tentu saja anda sudah tahu jawaban pertanyaan di atas. Jika ada dua orang dengan semangat dan inteligensi yang tidak jauh berbeda, saya kira akan lebih baik drummer yang berpendidikan dari pada drummer otodidak.

Jadi anda mau jadi drummer berpendidikan atau otodidak?

Pendidkan tidak mesti formal di kursus atau di sekolah music anda bisa cari guru di daerah anda. Jika di daerah anda tidak ada yang bisa bermain drum atau yang bisa mengajari anda bermain drum, pergilah ke kota lain untuk belajar, dari buku, video atau langsung berguru.

Carilah pelajaran dan berlatihlah. Selain belajar dan latihan anda juga perlu tahu tentang filosofi-filosofi drummer yang jika sudah melekat pada diri anda bisa anda  tetapkan dalam semua bidang kehidupan.

Seperti hal lainnya anda harus punya impian dalam karir anda sebagai drummer. Anda ingin jari drummer seperti apa? Filosofi-filosofi akan sangat membantu anda, jika anda bosan, merasa buntu, merasa gagal, kehilangan percaya diri, merasa anda selalu di bawah orang lain.

Jadi kesimpulannya carilah pelajaran drum jika anda ingin belajar main drum, bukan belajar memasak. :) Anda bisa dapatkan dari banyak sumber seperti buku, video , guru dan internet seperti yang sedang anda baca ini kan? :P

Ok, friend.

I’m a drummer, you’re a drummer. We are same. We are friends.

Sabtu, 27 Juni 2009

Mengapa Saya Gagal Menjadi “Drummer”? (Part II)

Di posting yang lalu kita telah membahas sedikit hal yang menyebabkan orang gagal menjadi “dummer”.

Hal lain yang bisa menyebabkan anda gagal adalah.

Terlalu banyak belajar. Kok bisa? Anda harus bisa membedakan belajar dan latihan. Terlalu banyak belajar tanpa latihan tidak akan membuat anda menjadi “Drummer”. Terlalu banyak belajar ini itu akan membuat anda bingung, tidak sempat latihan akhirnya menganggap semuanya sulit trus stress dan akhirnya berhenti.

Tidak percaya diri. Bagaimana mungkin anda bisa melakukan sesuatu sedangkan anda tidak percaya anda bisa. Tanpa percaya diri, jangankan latihan, mencoba saja mungkin anda gak mau. Bangunlah kepercayaan diri anda, jika orang lain bisa anda juga pasti bisa.

Malas. Haa.. yang ini emang agak susah ngobatinnya tapi saya punya cara untuk ini, biasa nya dengan menonton konser-konser atau video lesson atau solo-solo drum. Kita mulai semangat lagi, rasa malas pun hilang.

Malu bertanya. Jika seseorang akan memberitahukan kepada anda 10 tahun lagi, maka 10 tahun lagi baru anda akan tahu, jika anda bertanya mungkin dalam sekejap anda tahu jawabannya.

Selalu menganggap orang lain lebih hebat. Dengan banyak dalih anda mengatakan, o…dia kan punya drum aku gak punya. Ya iya lah…dia main drum sejak kecil. Ya iya lah…gurunya Virgil Donati. Ya..iya lah dia sekolah drum di luar negeri dan berbagai macam Ya iya lah… yang lain asal jangan Ya iya dwonk… :P

Suka menunda-nunda. Nanti ah latihannya, bentar lagilah, nonton dululah, jalan dululah. Perlu anda ketahui 90% dari hal apapun yang anda tunda, akhirnya tidak pernah terjadi hari itu atau mungkin selamanya.

Teralu mudah menyerah. Wise word yang satu ini klasik tapi benar adanya,

“Kegagalan adalah sukses yang tertunda”

Thomas Alfa Edison melakukan kegagalan lebih dari 10.000 kali sebelum akhirnya menemukan lampu pijar dan penemuan lainnya (mohon koreksi kalo salah). Jika anda melakukan belajar sesuai metoda yang benar saya kira anda gak perlu gagal hingga 10.000 kali. Wise word satu lagi yang memotivasi saya

“Anda tidak hancur jika anda gagal, Anda hancur jika anda berhenti berusaha”

OK, My Bro I think that’s enough at the moment. “HAVE A NICE DRUMMING!”

Roblox Corridor of Hell With The Pro